Tampilan Debat Perdana Gibran dan Bagyo Bagaikan Langit dan Bumi

Tampilan Debat Perdana Gibran dan Bagyo Bagaikan Langit dan Bumi

Debat perdana pada Pilkada Solo tahun 2020 mampu menarik perhatian dari berbagai pihak terutama para pengamat politik. Bagian paling menarik perhatian adalah tampilan dari dua calon yang maju pada Pilkada tahun ini yakni Gibran dan Bagyo. Tampilan mereka sangat disorot pada debat perdana kali ini. Penampilan baik Gibran maupun Bagyo dianggap bagaikan langit dan bumi dimana sangat jauh berbeda. Gibran dan Bagyo membawa ciri khasnya mereka masing – masing dalam debat perdana kali ini. Debat perdana ini akan disirkan secara live sehingga semua rakyat bisa menyaksikan debat para calon yang maju di Pilkada Solo tahun 2020.

Seperti yang kita ketahui bahwa Gibran Rakabuming Raka dengan pasangannya Teguh Prakoso akan melangsungkan debat dengan saingannya yakni Bagyo Wahono dengan pasangannya FX Suparjo. Penampilan keduanya yang dianggap bagaikan langit dan bumi ini datang dari pengamat politik Universitas Diponegoro, Semarang. Teguh Yuwono menyampaikan bahwa penampilan Gibran dan Bagyo pada debat perdana ini sangat berbeda bagaikan langit dan bumi.

Perbedaan Gibran dan Bagyo Menarik Perhatian

Tampilan Debat Perdana Gibran dan Bagyo Bagaikan Langit dan Bumi

Dilihat dari cara komunikasi kedua calon tersebut memiliki gaya berbicara yang berbeda. Kedua paslon tersebut menyampaikan ide maupun gagasan dengan cara yang cukup berbeda. Gibran dan pasangannya Teguh merupakan pasangan nomor urut 1 dimana memilih untuk menggunakan gaya bicara anak milenial. Hal ini sangat berbeda dengan yang ditampilkan pasangan Bagyo dan FX Suparjo. Pasangan nomor urut 2 ini memilih untuk menyampaikan ide dan gagasan menggunakan cara yang konvensional. Nampaknya baik Gibran dan Bagyo memang memiliki caranya tersendiri untuk melangsungkan debat perdana tersebut.

Penampilan ke dua paslon ini memang tidak lepas dari sorotan para pengamat politik saat melangsungkan acara debat tersebut. Teguh selaku pengamat politik juga sangat antusias dalam menyampaikan gagasannya terhadap penampilan kedua paslon tersebut. Teguh juga menyampaikan bahwa penampilan dari Gibran terlihat lebih berapi – api sangat bersemangat sedangkan untuk penampilan Bagyo lebih tenang dan cenderung kalem. Karena sangat berbeda maka debat kali ini diwarnai tampilan Gibran dan Bagyo yang memang bagaikan lagit dan bumi.

Pengamat politik tersebut juga menyampaikan bahwa kedua calon pasangan tersebut belum menguasai materi dengan maksimal. Hal ini dianggap karena debat ini merupakan debat perdana dimana mereka belum memiliki pengalaman yang banyak. Sosok Teguh juga menyampaikan jika kedua calon tersebut belum pernah menjadi wali kota maupun wakil wali kota, wajar saja jika debat perdana kali ini belum berjalan dengan maksimal. Kedua calon tersebut belum bisa menguasai medan saat debat.

Pada debat perdana ini tema yang dibawakan belum bisa dikupas dengan baik. Pasalnya pada debat tersebut yang dibahas masih mengenai permasalahan umum belum membahas mengenai akar permasalahannya. Pengamat politik ini juga memberikan saran bahwa tema debat alangkah baiknya mengangkat hal yang spesifik seperti membahas persoalan yang akan dihadapi jika nantinya salah satu calon akan terlipih dalam Pilkada Solo tersebut. Bahkan dirinya juga memberikan contoh tema yang mungkin bisa diangkat dalam debat tersebut misalnya membahas mengenai masalah perekonomian, lingkungan, pendidikan, penanganan Covid-19, narkoba, dan berbagai permasalahan lainnya.

Penguasaan Materi Debat Kurang Dalam

Debat Perdana Gibran dan Bagyo

Para pengamat politik menyimpulkan bahwa acara debat kali ini memang jauh dari akar permasalahan. Baik Gibran maupun Bagyo masih belum baik dalam memanfaatkan medan bedat. Seharusnya permasalahan yang diangkat merupakan akar dari berbagai masalah. Berbagai contoh tema debat juga dilayangkan oleh para pengamat politik saat menanggapi acara debat perdana Pilkada Solo kali ini. Pada intinya pada acara debat tersebut tidak perlu banyak berbicara yang paling penting adalah bisa fokus dengan tema yang akan dibahas dimana akan dirasakan manfaatnya untuk masyarakat luas.

Debat perdana tersebut membuat kedua paslon mendapatkan saran untuk mampu menggali kemampuan yang lebih dalam dan mampu menguasai materi debat. Penguasaan materi sangat penting ketika melangsungkan sebuah debat. Terutama debat ini merupakan debat untuk Pilkada tentunya harus memahami isi dari debat tersebut. Dengan memiliki pemahaman yang tepat maka harapannya adalah masyarakat bisa memberikan pilihannya dengan lebih tepat.

Pelaksanaan debat publik dimana siapa saja bisa menyaksikan debat tersebut sangat menentukan keberhasilan dalam pencalonannya. Melalui debat inilah masyarakat mencari referensi mengenai pilihan yang akan dikeluarkan saat mengikuti Pilkada. Masyarakat bisa menilai sendiri penampilan dari setiap calon pasangan yang maju dalam Pilkada tersebut. Debat perdana antara Gibran dan Bagyo dalam Pilkada Solo memang diwarnai dengan berbagai hal yang cukup menarik. Penampilan kedua calon pasangan tersebut dalam debat yang bagaikan langit dan bumi menjadi tanda bahwa Gibran dan Bagyo memang memiliki ciri khasnya tersendiri saat terpilih di acara Pilkada Solo.

Written by